Ahad, 04 Januari 2026 - 21:14 WIB
Sejumlah demonstran yang menuntut janji Bupati Mamuju untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga kesehatan (nakes) dan guru melakukan aksi mencoret-coret tembok di depan kantor Bupati Mamuju, Ahad (4/1/2026).

Artikel.news, Makassar - Sejumlah demonstran yang menuntut janji Bupati Mamuju untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga kesehatan (nakes) dan guru melakukan aksi mencoret-coret tembok di depan kantor Bupati Mamuju, Ahad (4/1/2026).
Para demonstran tampak meluapkan kekecewaannya dengan mencoret tembok depan Kantor Bupati Mamuju menggunakan cat semprot.
Dikutip dari akun Facebook Mamuju Malaqbi, tulisan bernada protes seperti “Bupati Krisis” dan “Bupati Pembohong” tampak jelas di dinding pagar kantor bupati.
Aksi tersebut merupakan bentuk tuntutan sekaligus penagihan janji kepada Bupati Mamuju terkait pengangkatan PPPK bagi tenaga kesehatan dan guru yang hingga kini dinilai belum terealisasi.
Para demonstran menilai janji yang pernah disampaikan pemerintah daerah belum memberikan kepastian, sehingga memicu kekecewaan di kalangan tenaga honorer.
Sebelumnya, Pemkab Mamuju mengumumkan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada 876 tenaga teknis yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (5/1/2026).
Padahal sebelumnya, pada 23 September 2025 lalu, Bupati Sitti Sutinah Suhardi sempat menjanjikan penambahan kuota PPPK paruh waktu dari 876 orang menjadi 1.001 orang.
Tambahan formasi tersebut mencakup 442 tenaga guru dan 559 tenaga kesehatan. Kabar itu sempat menjadi angin segar bagi ribuan tenaga honorer yang telah lama mengabdi, bahkan hingga belasan tahun.
Namun harapan itu kembali menggantung. Hingga awal Januari 2026, penambahan 1.001 formasi tersebut belum juga ada kejelasan.
| Laporan | : | Faisal |
| Editor | : | Ruslan Amrullah |