Sabtu, 24 Januari 2026 - 22:52 WIB
Ilustrasi seorang perempuan sedang membersihkan rumah.(Foto: Facebook Fansku Bulan Sutena)

Artikel.news, Makassar - Menurut psikologi, perilaku membersihkan rumah sambil memasak bukanlah sekadar soal rajin atau tidak suka melihat kotor. Di balik kebiasaan tersebut, tersimpan pola kepribadian, cara berpikir, dan mekanisme mental yang cukup menarik untuk dikulik lebih dalam.
Psikologi memandang kebiasaan kecil sehari-hari sebagai cerminan proses kognitif dan emosional seseorang. Cara seseorang mengelola dapur saat memasak, misalnya, sering kali sejalan dengan cara mereka mengelola hidup, stres, dan tanggung jawab.
Dikutip dari Jawapos.com, Sabtu (24/1/2026), yang melansir Geediting pada Senin, terdapat delapan ciri khas yang umumnya dimiliki oleh orang yang terbiasa membersihkan rumah sambil memasak.
1. Memiliki Kebutuhan Tinggi akan Keteraturan
Secara psikologis, orang yang membersihkan sambil memasak biasanya memiliki kebutuhan kuat akan keteraturan (need for order). Lingkungan yang rapi memberi mereka rasa aman dan kendali.
Dapur yang bersih bukan sekadar enak dipandang, melainkan membantu pikiran mereka tetap tenang dan fokus.
Ketika area kerja terasa kacau, otak mereka cenderung lebih cepat lelah. Dengan membersihkan sambil berjalan, mereka menjaga agar beban mental tetap ringan dan alur berpikir tetap jernih.
2. Cenderung Multitask dengan Efektif
Kebiasaan ini sering muncul pada individu yang sudah terbiasa melakukan multitasking. Mereka mampu membagi perhatian tanpa merasa kewalahan.
Dalam psikologi kognitif, ini menunjukkan kemampuan executive function yang cukup baik, terutama dalam hal perencanaan dan pengaturan prioritas.
Bagi mereka, menunggu masakan matang tanpa melakukan apa-apa justru terasa membuang waktu. Membersihkan rumah sambil memasak adalah cara mereka memaksimalkan jeda kecil dalam aktivitas.
3. Tidak Nyaman dengan Penundaan Masalah
Orang seperti ini umumnya kurang suka menunda pekerjaan. Piring kotor yang dibiarkan menumpuk atau meja yang berantakan akan terus “mengganggu” pikiran mereka. Dalam psikologi, ini berkaitan dengan rendahnya toleransi terhadap unfinished tasks.
Mereka merasa lebih lega ketika masalah kecil langsung dibereskan, daripada menunggu hingga menjadi pekerjaan besar yang melelahkan di akhir.
4. Memiliki Kontrol Diri yang Baik
Membersihkan sambil memasak membutuhkan kesadaran dan kontrol diri. Mereka tahu kapan harus mengaduk masakan, kapan bisa mencuci peralatan, dan kapan harus kembali fokus ke kompor. Ini mencerminkan kemampuan self-regulation yang matang.
Individu dengan kontrol diri yang baik biasanya juga lebih mampu mengelola emosi, menjaga ritme kerja, dan tidak mudah panik saat menghadapi banyak tanggung jawab sekaligus.
5. Sensitif terhadap Stimulasi Lingkungan
Psikologi lingkungan menjelaskan bahwa sebagian orang sangat sensitif terhadap kondisi sekitarnya. Bau, kotoran, atau tumpukan barang bisa menjadi sumber stres ringan namun terus-menerus.
Membersihkan rumah sambil memasak adalah cara mereka mengurangi stimulasi negatif tersebut.
Dengan lingkungan yang bersih, sistem saraf mereka bisa bekerja lebih nyaman, sehingga aktivitas memasak pun terasa lebih menyenangkan.
6. Berorientasi pada Efisiensi dan Hasil Akhir
Orang yang melakukan dua hal sekaligus ini biasanya berpikir jauh ke depan. Mereka membayangkan kondisi setelah memasak: makanan siap, dapur bersih, dan tidak ada pekerjaan tertunda. Pola pikir ini menunjukkan orientasi pada efisiensi dan hasil akhir.
Dalam kehidupan sehari-hari, tipe ini sering kali menyukai sistem, rutinitas yang rapi, dan cara kerja yang tidak bertele-tele.
7. Memiliki Rasa Tanggung Jawab yang Tinggi
Membersihkan sambil memasak juga mencerminkan rasa tanggung jawab terhadap ruang bersama dan orang lain. Mereka tidak ingin meninggalkan “beban” untuk diri sendiri di kemudian hari atau untuk anggota keluarga lain.
Dalam psikologi sosial, ini berkaitan dengan conscientiousness—salah satu dimensi kepribadian yang mencerminkan kedisiplinan, kepedulian, dan kesadaran akan peran diri.
8. Menggunakan Aktivitas Fisik Ringan sebagai Pengelola Stres
Menariknya, bagi sebagian orang, aktivitas membersihkan justru bersifat menenangkan. Gerakan sederhana seperti mengelap meja atau mencuci piring dapat berfungsi sebagai stress release ringan.
Saat memasak memicu tekanan kecil—takut gosong, salah rasa—membersihkan membantu menyeimbangkan emosi.
Ini menunjukkan kecerdasan emosional yang cukup baik: mereka secara intuitif tahu cara menenangkan diri tanpa harus berhenti dari aktivitas utama.
| Laporan | : | Fadli |
| Editor | : | Ruslan Amrullah |