Jumat, 09 Januari 2026 - 17:56 WIB
Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi RI, Sigit Mustofa Nurudin, didampingi Tenaga Ahli Gubernur Sulbar, Abdul Wahab, meninjau dua lokasi rencana pembangunan Mess Patriot Transmigrasi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (9/1/2026).

Artikel.news, Mamuju - Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi RI, Sigit Mustofa Nurudin, didampingi Tenaga Ahli Gubernur Sulbar, Abdul Wahab, meninjau dua lokasi rencana pembangunan Mess Patriot Transmigrasi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (9/1/2026).
Sebelumnya dua lokasi calon lahan pembangunan Mess Patriot ini telah dikunjungi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara pada 19 November 2025 lalu.
Dua lokasi yang ditinjau yakni lahan aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di kawasan wisata Gentungan, Kecamatan Kalukku, seluas sekitar 5 hektare, serta lokasi alternatif di Dusun Bebangan, Kecamatan Kalukku, yang berada di jalur Trans Sulawesi.
Mess Patriot Transmigrasi tersebut direncanakan menjadi pusat kegiatan penelitian, pendidikan, dan pengembangan kawasan transmigrasi, yang akan dimanfaatkan oleh mahasiswa penerima Beasiswa Patriot, peneliti, serta tim Ekspedisi Patriot.
Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Sigit Mustofa Nurudin, menjelaskan bahwa peninjauan lokasi ini merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.
“Pada tahun 2026, Kementerian Transmigrasi akan mulai menerima mahasiswa Beasiswa Patriot. Salah satu lokasi sekolah lapangan atau Mess Patriot direncanakan berada di Provinsi Sulawesi Barat,” ujar Sigit.
Ia menjelaskan, Mess Patriot akan berfungsi sebagai kampus lapangan yang mendukung proses belajar mengajar mahasiswa penerima beasiswa. Kementerian Transmigrasi akan bekerja sama dengan sedikitnya tujuh perguruan tinggi negeri, di antaranya Universitas Indonesia (UI), ITB, IPB, UGM, UNPAD, UNDIP, dan ITS.
“Fasilitas yang dibangun nantinya mencakup asrama mahasiswa, ruang belajar, serta ruang publik pendukung. Proses pembelajaran akan dilakukan secara hybrid, yakni perkuliahan daring dengan universitas induk, serta praktik lapangan melalui interaksi langsung dengan masyarakat,” jelasnya.
Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga akan terlibat dalam penyuluhan, pendampingan masyarakat, serta pengembangan kawasan transmigrasi secara langsung.
Sigit menegaskan bahwa aspek kelayakan lahan (clear and clean) menjadi perhatian utama dalam penentuan lokasi. Kedua lahan yang ditinjau dinilai memenuhi kriteria karena merupakan aset resmi Pemprov Sulbar, sehingga tidak memiliki persoalan hukum.
“Namun dari sisi aksesibilitas, lokasi yang berada di jalur Trans Sulawesi dinilai lebih strategis karena berada di jalan poros utama dan sangat dekat dengan bandara,” ungkapnya.
Hasil peninjauan ini akan dilaporkan kepada Menteri Transmigrasi untuk menentukan lokasi final. Informasi awal menunjukkan kecenderungan memilih lokasi yang dekat dengan bandara guna memudahkan akses mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Mess Patriot Transmigrasi direncanakan dibangun di tiga wilayah, yakni Sulawesi Barat, Papua Selatan, dan Barelang (Batam). Diharapkan pembangunan fisik dapat dimulai awal 2026 dan selesai pada pertengahan tahun, sehingga dapat difungsikan pada tahun ajaran 2026.
“Kami berharap dengan dukungan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait, Mess Patriot ini dapat mulai difungsikan sekitar Agustus atau September 2026,” tutup Sigit.(Rls)
| Laporan | : | Faisal |
| Editor | : | Ruslan Amrullah |