• Olahraga
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • News
    • InternationalNasionalMetro
    • Targetkan Kemantapan Jalan Makassar 98 Persen di 2026, Wali Kota Dorong Peran Swasta Perkuat Infrastruktur Targetkan Kemantapan Jalan Makassar 98 Persen di 2026, Wali Kota Dorong Peran Swasta Perkuat Infrastruktur
      Sekcam Ujung Tanah Buka Musrenbang di Dua Kelurahan, Ajak Atasi Persoalan dalam Kondisi Sumber Daya Terbatas Sekcam Ujung Tanah Buka Musrenbang di Dua Kelurahan, Ajak Atasi Persoalan dalam Kondisi Sumber Daya Terbatas
      Cuaca Ekstrem Mengintai, Wali Kota Makassar Instruksikan Seluruh Jajaran hingga Tingkat RT/RW Siaga 24 Jam Cuaca Ekstrem Mengintai, Wali Kota Makassar Instruksikan Seluruh Jajaran hingga Tingkat RT/RW Siaga 24 Jam
      Gubernur Sulsel Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden, Dinilai Sukses Tingkatkan Pertanian  Gubernur Sulsel Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden, Dinilai Sukses Tingkatkan Pertanian 
  • Tekno
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • Ekbis
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • Berita Utama
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • Politik
    • PemiluPartai PolitikPilkada
    • Bangun Koordinasi, Kesbangpol Sulbar Gelar Silaturahmi ke Kantor DPD PDIP Bangun Koordinasi, Kesbangpol Sulbar Gelar Silaturahmi ke Kantor DPD PDIP
      Jelang HUT ke-53 PDIP, Agus Ambo Djiwa Harap Semangat Perjuangan Terus Hidup Menjawab Tantangan Zaman Jelang HUT ke-53 PDIP, Agus Ambo Djiwa Harap Semangat Perjuangan Terus Hidup Menjawab Tantangan Zaman
      Harlah PPP ke-53, Hj Umiyati Dorong Konsistensi Perjuangan Berbasis Nilai Islam Harlah PPP ke-53, Hj Umiyati Dorong Konsistensi Perjuangan Berbasis Nilai Islam
      Hadiri Pendidikan Politik dan Bimtek Golkar Makassar, Munafri Tekankan Adaptif Terhadap Perkembangan Zaman Hadiri Pendidikan Politik dan Bimtek Golkar Makassar, Munafri Tekankan Adaptif Terhadap Perkembangan Zaman
  • Opini
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • Inspirasi
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • Entertain
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • Edukasi
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • Kesehatan
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • Sulsel
    • AjattaparengBosowasiLuwuTorajaBarruSidrapPangkepGowaMarosSinjaiPare-pare
    • Gerakan Jumat Bersih, Pemkot Parepare Jadikan Pasar Lakessi Selalu Bersih dan Nyaman Gairahkan Ekonomi  Gerakan Jumat Bersih, Pemkot Parepare Jadikan Pasar Lakessi Selalu Bersih dan Nyaman Gairahkan Ekonomi 
      Kemenag Parepare Raih Juara Harapan 2 Lomba Kreasi Tepuk Sakinah pada Porseni HAB ke-80 Tingkat Provinsi Sulsel Kemenag Parepare Raih Juara Harapan 2 Lomba Kreasi Tepuk Sakinah pada Porseni HAB ke-80 Tingkat Provinsi Sulsel
      Tumpukan Sampah Insidentil, DLH Parepare Angkut Sampah 2 Kali Sehari di Area Pasar Lakessi Tumpukan Sampah Insidentil, DLH Parepare Angkut Sampah 2 Kali Sehari di Area Pasar Lakessi
      Perkuat Peran Strategis APIP, Inspektur Daerah Parepare Iwan Asaad Resmi Raih Gelar CGCAE Perkuat Peran Strategis APIP, Inspektur Daerah Parepare Iwan Asaad Resmi Raih Gelar CGCAE
  • Sulbar
    • Optimalisasi Pintu Air Lakejo, Petugas Perkuat Pengelolaan Sumber Daya Air Optimalisasi Pintu Air Lakejo, Petugas Perkuat Pengelolaan Sumber Daya Air
      Perkuat Fondasi Stabilitas Sulbar, Kesbangpol dan DPRD Bangun Sinergi Strategis Forkopimda Perkuat Fondasi Stabilitas Sulbar, Kesbangpol dan DPRD Bangun Sinergi Strategis Forkopimda
      Dukung Manajemen Talenta, Kadis Kominfo Sulbar Tegaskan Merit Sistem Fondasi ASN Berkualitas Dukung Manajemen Talenta, Kadis Kominfo Sulbar Tegaskan Merit Sistem Fondasi ASN Berkualitas
      Mess Patriot Transmigrasi Sulbar Segera Dibangun, Jadi Kampus Lapangan Mahasiswa Nasional Mess Patriot Transmigrasi Sulbar Segera Dibangun, Jadi Kampus Lapangan Mahasiswa Nasional
  • Foto
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar

Home Not Kesehatan

Ini Kisah Ajaib Bella Arswendita, Penyiar Radio yang Sembuh dari Kanker Stadium 4

Jannah

Rabu, 26 Mei 2021 - 16:23 WIB


Ini Kisah Ajaib Bella Arswendita, Penyiar Radio yang Sembuh dari Kanker Stadium 4

Penyiar Radio Prambors Jakarta, Bella Arswendita, mengalami keajaiban yang tak terduga dalam hidupnya. Ia pernah menderita penyakit kanker dan berhasil bangkit hingga sembuh. 


Artikel.news, Jakarta - Penyiar Radio Prambors Jakarta, Bella Arswendita, mengalami keajaiban yang tak terduga dalam hidupnya. Ia pernah menderita penyakit kanker dan berhasil bangkit hingga sembuh. 

Kisah tersebut dibagikan Bella melalui akun Twitter pribadi miliknya @belswen. Dalam postingan tersebut, ia mengunggah foto-foto saat masih menjalani pengobatan dan ketika berhasil menjadi penyiar.

"Survive kanker kelenjar getah bening dan paru stadium 4, setelah itu jadi penyiar di Prambors, punya 9 ribu teman-teman baru di Twitter, 18 ribu teman-teman di Instagram dan 187 ribu di TikTok, keluarga semua sehat, dan pacar yang baik. Keajaiban itu nyata kok," tulisnya, dilansir dari Wolipop.detik.com, Rabu (26/5/2021). 

Di akun Twitter-nya, Bella mem-posting, "survive kanker kelenjar getah bening & paru stadium 4, stelah itu jd penyiar di prambors, punya 9k tmn2 baru di twitter, 18k tmn2 di ig, dan 187k di tiktok, keluarga semua sehat, dan pacar yg baik🙏🏻 keajaiban itu nyata kok. pic.twitter.com/VYIq7kxnVy— bella arswendita. (@belswen) May 15, 2021."

Postingan tersebut langsung menyita perhatian warganet hingga viral. Bella pun membagikan cerita tentang awal mula penyakit yang dialaminya saat dirinya berusia 17 tahun, tepatnya ketika lulus dari SMA.

"Aku menyadari ada benjolan di leherku waktu acara perpisahan bersama teman-teman. Akan tetapi aku tidak peduliin, aku malah mendaftarkan diri sebagai Abang Mpok Kota Bekasi. Dan menjalani karantina yang super duper capek dan berat," ujarnya.

Bella sengaja baru memberitahukan kepada kedua orangtuanya tentang kondisinya ketika acara grand final kontes Abang Mpok Kota Bekasi sudah selesai. Pada ajang tersebut, dia mendapat prestasi juara harapan kedua Mpok Kota Bekasi.

Saat diberitahu, kedua orangtua Bella pun khawatir akan kondisi putri mereka. Dan ketika benjolan tersebut diperiksakan ke dokter, Bella dinyatakan mengidap penyakit kanker paru-paru dan kelenjar getah bening.

"Aku hancur banget. Aku tahu akan kehilangan rambutku. Aku cinta banget sama rambutku yang sudah sepanjang ini dan merawatnya susah. Aku juga sedang menikmati masa-masa indah menjadi mahasiswa baru. Punya rumah dan lingkungan baru. Aku dan keluarga memutuskan untuk tidak menjalani kemoterapi," tuturnya.

Bella memilih untuk berobat untuk menjalani pengobatan alternatif, yang direkomendasikan oleh seorang perawat. Akan tetapi kondisinya malah memburuk.

Ia pun mencoba menghadapinya dengan lapang dada. Menjalani masa-masa sebagai mahasiswa baru dan mencoba ikut dalam organisasi dan perlombaan di kampusnya. Dan ikut berkumpul bersama teman seangkatannya.

"Di tempat pengobatan tersebut, cuma menjalani pengobatan dua kali seminggu. Minum obat seperti jamu sebanyak lima kali sehari. Setelah enam bulan rutin berobat, tak kunjung sembuh. Aku pun memutuskan untuk beralih ke pengobatan lain. Bukannya malah membaik, kondisinya justri semakin parah," lanjutnya.

Bella pun sudah tak berdaya dan tak bisa menjalani masa kuliahnya. Benjolan di tubuhnya tersebut semakin besar dan menjalar ke beberapa bagian tubuh lainnya.

"Dari coba ganti pengobatan sampai ke titik yang parah banget itu sekitar 5-6 bulanan. Benjolanku semakin bengkak banget. Aku harus nafas lewat oksigen selama 24 jam. Itu pun aku bersikeras tidak mau ke rumah sakit dan tak mau kemoterapi. Bukan hanya botak, tapi kan banyak efek dari kemo. Akhirnya pengobatan alternatif pun aku lanjutkan," tambahnya.

Bella mengungkapkan badannya membengkak, mulai dari leher, wajar dan dadanya. Sehari-harinya dia hanya bisa terkulai lemah di tempat tidur. Kakinya sampai mengecil karena tak pernah berjalan.

"Badannya bengkak tapi kakinya kurus. Mencoba obat ini dan itu tidak ada yang bekerja, hingga Bella harus memakai popok untuk orang dewasa. Agar bisa buang air kecil. Jika buang air besar harus dituntun oleh kedua orangtuaku pakai kursi roda," kenangnya dengan nada bergetar.

Setelah itu tabung oksigennya pun selalu diganti secara berkala. Ketika penyakitnya semakin parah, Bella pun semakin mendekatkan diri kepada sang Pencipta.

"Hingga akhirnya aku ditemukan oleh klinik yang berada di Sukabumi, Jawa Barat. Aku bisa sembuh di tangan Tuhan melalui klinik di Sukabumi. Seluruh anggota keluargaku bersyukur karena bisa bertemu dengan profesor Muhammad Yusuf. Begitu kehadiran dokter dan susternya," ucapnya lega.

Klinik tersebut menurut Bella menerapkan gabungan pengobatan medis dan herbal. "Walaupun aku diinfus, isinya bahan-bahan herbal ada gingseng dan lainnya. Kemoterapi yang dijalaninya pun herbal sehingga mengurangi dampak kemoterapi pada umumnya. Tapi efek kerasnya sama rambut aku tetap rontok dan botak," kenang Bella.

Setiap hari, Bella minum berbagai ramuan jamu, pil dan juga cairan infus. Selama menjalani pengobatan, Bella mencoba optimis dan menghadapinya dengan lapang dada. Setelah berobat selama empat bulan, Bella pun dinyatakan sembuh.

"Semoga cerita ini bisa membantu kamu dan semoga kita semua selalu sehat, aminn," tutup Bella.

  • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
  • Kegiatan Prakerin Siswa Asisten Keperawatan Berakhir, RSUD Sulbar Harap Jadi Bekal Penting dalam Membentuk Karakter
  • Ingin Puskesmas Hadir Lebih Dekat dengan Masyarakat, Wali Kota Makassar Terus Memperkuat Jejaring dan Kualitas Layanan Kesehatan
  • 3 Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Otak Lebih Fokus, Salah Satunya Ganti Menu Sarapan
  • Hari Pertama Berkantor, Pemprov Sulbar Buka Pos Pelayanan Balita “Maju Sejahtera”
  • 5 Kebiasaan Kecil yang Bikin Kesehatan Mental Lebih Kuat, Di Antaranya Temukan Makna dan Peran Diri

Laporan:Jannah
Editor:Ruslan Amrullah
TAG #Not#Kesehatan#Sembuh Dari Kanker#Kanker Stadium 4#Kisah Ajaib#Bella Arswendita#Penyiar Radio#Prambors
BAGI
REKOMENDASI
KINI
  • Optimalisasi Pintu Air Lakejo, Petugas Perkuat Pengelolaan Sumber Daya Air

    Optimalisasi Pintu Air Lakejo, Petugas Perkuat Pengelolaan Sumber Daya Air

  • Perkuat Fondasi Stabilitas Sulbar, Kesbangpol dan DPRD Bangun Sinergi Strategis Forkopimda

    Perkuat Fondasi Stabilitas Sulbar, Kesbangpol dan DPRD Bangun Sinergi Strategis Forkopimda

  • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman

    Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman

  • Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan

    Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan

  • Bangun Koordinasi, Kesbangpol Sulbar Gelar Silaturahmi ke Kantor DPD PDIP

    Bangun Koordinasi, Kesbangpol Sulbar Gelar Silaturahmi ke Kantor DPD PDIP

  • Dukung Manajemen Talenta, Kadis Kominfo Sulbar Tegaskan Merit Sistem Fondasi ASN Berkualitas

    Dukung Manajemen Talenta, Kadis Kominfo Sulbar Tegaskan Merit Sistem Fondasi ASN Berkualitas

  • TOPIK

  • POPULAR

      Kunjungi RSUD Ako, Bupati Pasangkayu Pantau Penambahan Bangunan
    1. Kunjungi RSUD Ako, Bupati Pasangkayu Pantau Penambahan Bangunan
    2. Demi Percepatan Penurunan Stunting, Gubernur Sulbar Minta Layanan Rujukan Dibuka di Lima Kabupaten
    3. Perkuat Kolaborasi JKN, BPKPD Sulbar Hadiri Forum Evaluasi dan Terima Penghargaan Apresiasi Komitmen Pemda Kedeputian Wilayah IX Tahun 2025
    4. Pemprov Sulbar Perkuat Intervensi Stunting Lewat Program PASTI PADU
    5. Gubernur Suhardi Duka Launching Pelayanan Rujukan Stunting Terpadu di RSUD Mamuju
  • Dapat berita terbaru dari kami
    contoh: example@email.com
    Ikuti kami di social

artikel
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • SITEMAP

2021 © PT. Artikel Media Nusantara - All Rights Reserved.