Ahad, 18 Januari 2026 - 22:38 WIB
Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) di sekitar wilayah Kabupaten Maros, Sulael menunjukkan perkembangan signifikan pada Ahad (18/1/2026).

Artikel.news, Makassar - Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) di sekitar wilayah Kabupaten Maros, Sulsel, menunjukkan perkembangan signifikan pada Ahad (18/1/2026).
Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban serta sejumlah serpihan bagian pesawat di area operasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku Sar Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa operasi berlangsung dalam kondisi medan ekstrem dan cuaca yang sangat menantang.
“Sejak pagi hari, tim SAR menghadapi cuaca hujan lebat dan kabut tebal dengan jarak pandang terbatas sekitar lima meter di puncak. Hal ini berdampak pada pergerakan tim, termasuk sempat terjadi pembatalan penurunan vertikal demi keselamatan personel,” jelas Arif.
Dalam pelaksanaan di lapangan, beberapa Search and Rescue Unit (SRU) bergerak sesuai pembagian sektor. SRU 1 melakukan penurunan ke arah barat menggunakan tali. SRU 3 masih berada di puncak dan sebagian personel berhasil menyeberang ke titik dua.
Sementara itu, SRU 4 yang sempat berada sekitar 200 meter dari titik misi tidak menemukan akses aman untuk dilalui dan setelah berkoordinasi dengan posko induk, diarahkan kembali ke posko.
“Tim logistik juga telah bergerak menuju puncak untuk melakukan drop peralatan dan logistik guna mendukung keberlanjutan operasi,” tambah Arif.
Perkembangan penting lainnya, tim di puncak melaporkan telah menemukan satu orang korban yang saat ini sedang dievakuasi melalui jalur pendakian.
Selain itu, SRU 3 juga menemukan sejumlah serpihan pesawat berupa bagian rangka dan kursi, serta mengidentifikasi lokasi mesin pesawat berdasarkan laporan visual dari lapangan.
"Pada pukul 14.20 Wita, telah ditemukan satu korban dengan jenis kelamin laki-laki di koordinat 04°54' 44"S dan 119° 44' 48" S di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter dan berada di sekitar serpihan pesawat, dan saat ini sedang berlangsung proses evakuasi," ungkap Arif.
| Laporan | : | Aan |
| Editor | : | Ruslan Amrullah |