Ahad, 31 Agustus 2025 - 11:44 WIB
Ibunda NR, Sri Rahayu Usmi,
Artikel.News, Makassar - Kasus bocornya foto visum seorang selebgram asal Makassar berinisial NR terus menuai sorotan publik. Meski pihak Rumah Sakit (RS) Bhayangkara telah menyampaikan permintaan maaf sebagai respons atas somasi yang dilayangkan keluarga, sikap tersebut tidak diterima oleh pihak keluarga NR.
Ibunda NR, Sri Rahayu Usmi, menegaskan bahwa dirinya merasa sangat kecewa dengan sikap rumah sakit. Hingga kini, ia belum mendapatkan penjelasan secara menyeluruh mengenai identitas pelaku yang membocorkan foto visum NR.
“Luka itu tidak mungkin dibayar dengan maaf,” ungkap Sri Rahayu dalam konferensi pers di Makassar, Jumat 29 Agustus 2025.
Ia mengungkapkan bahwa janji pihak rumah sakit yang menjamin kerahasiaan hasil visum justru dilanggar. Alih-alih terlindungi, foto visum NR tersebar luas di media sosial. Akibatnya, NR mengalami tekanan psikologis berat hingga tiga kali mencoba melakukan percobaan bunuh diri.
Sri Rahayu bahkan mengkhawatirkan adanya intervensi oknum tertentu yang membuat proses hukum menjadi berliku. Ia pun meminta perhatian khusus dari Kapolda Sulsel hingga Kapolri untuk menegakkan keadilan bagi keluarganya. Ia mengibaratkan perjuangan mereka seperti “semut melawan gajah” dalam mencari keadilan.
Menurutnya, pihak rumah sakit seharusnya bisa memberikan jawaban tegas terkait siapa pelaku penyebar foto tersebut. “Dalam kondisi saya yang sedang hancur, saya menganggap sangat tidak logis ketika hal kecil seperti ini saja tidak bisa terjawab. Siapa sebenarnya yang telah membocorkan hasil visum itu,” tegas Ayu, yang saat itu didampingi pengacara serta pihak keluarga.
Ia menambahkan, bocornya visum ini jelas merupakan pelanggaran kode etik sekaligus standar operasional prosedur (SOP). Sebagai orang tua, ia masih mengingat betul bagaimana saat mendampingi putrinya menjalani pemeriksaan visum, anaknya difoto ketika seluruh tubuhnya diperiksa.
“Saya kemudian bertanya, apakah dokter menjamin foto tersebut tidak akan bocor keluar? Seorang pria yang disebut dokter menjawab, ini memang bagian dari proses pemeriksaan dan dijamin kerahasiaannya,” ungkap Ayu.
Namun, beberapa hari setelah pemeriksaan, kekhawatiran Ayu menjadi kenyataan. Foto hasil visum NR beredar luas di media sosial dan menimbulkan stigma buruk terhadap putrinya.
“Kami sangat syok setelah foto visum itu viral. Seolah-olah ada desain tertentu untuk menyudutkan anak kami. Polanya hampir sama, mulai dari munculnya rumor hingga pemberitaan di media sosial yang menuduh anak saya berperilaku buruk. Hal ini membuat kami curiga ada pihak tertentu yang memang ingin menjatuhkan NR,” kata Ayu lagi.
Kecurigaan itu semakin menguat ketika inisial NR dipakai dalam unggahan yang beredar. Menurut Ayu, inisial tersebut dulunya hanya digunakan oleh seseorang berinisial CD yang pernah hidup bersama dengan NR. “Sehingga patut diduga ada kemungkinan keterlibatan CD,” tambahnya.
Akibat foto tersebut, kondisi mental NR semakin terguncang hingga tiga kali berusaha mengakhiri hidupnya. Hal ini membuat keluarga semakin tertekan dan mendesak agar aparat kepolisian menuntaskan kasus dengan serius.
“Harapan kami sebagai orang tua, kami mohon kepada Bapak Kapolri dan Kapolda Sulsel agar keadilan ditegakkan. Kami percaya pihak kepolisian mampu memberikan keadilan untuk anak dan keluarga kami. Namun sekali lagi, kami tidak akan berhenti sebelum oknum yang membocorkan visum ini diungkap,” tutup Ayu penuh harap.***
Laporan | : | Aan |
Editor | : | Ruslan Amrullah |