Jumat, 29 Agustus 2025 - 18:04 WIB
Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, bertemu dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Jakarta, Jumat (29/8/2025). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait kondisi fiskal dan pembangunan daerah.
Artikel.news, Jakarta – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, bertemu dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Jakarta, Jumat (29/8/2025). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait kondisi fiskal dan pembangunan daerah.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Sulbar, Suhardi Duka melaporkan kondisi terkini Sulbar, termasuk tren nasional mengenai peningkatan pajak daerah yang belakangan menjadi sorotan. Ia menegaskan bahwa di Sulbar, tidak ada pemerintah kabupaten yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
“Di Sulbar tidak ada pemerintah daerah yang menaikkan PBB-P2. Fokus kita saat ini adalah efisiensi belanja, penanganan defisit, serta bagaimana meningkatkan ekonomi rakyat,” kata Suhardi Duka.
Menurutnya, langkah efisiensi anggaran menjadi salah satu upaya pemerintah provinsi dalam menjaga stabilitas fiskal di tengah keterbatasan keuangan daerah. Selain itu, ia juga melaporkan program yang sedang digencarkan untuk mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menanggapi hal itu, Mendagri Tito Karnavian mengarahkan agar Pemerintah Provinsi Sulbar membuka ruang investasi seluas-luasnya sebagai strategi mempercepat pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya menciptakan iklim usaha yang kondusif agar sektor ekonomi daerah dapat berkembang lebih pesat.
“Lebih baik fokus membuka investasi agar daerah bisa berkembang cepat,” ujar Tito sebagaimana disampaikan Gubernur Suhardi Duka.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dalam mengelola kebijakan fiskal dan memperkuat pembangunan ekonomi di Sulbar.
Turut hadir mendampingi Gubernur Sulbar, Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Herdin Ismail dan Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana.(rls)
Laporan | : | Faisal |
Editor | : | Ruslan Amrullah |