Ahad, 30 November 2025 - 21:02 WIB
Ilustrasi orang yang terlihat lebih cantik dibanding teman-temannya.(Foto: Facebook Jepang Updates)

Artikel.news, Makassar - Dalam kehidupan sosial, kita sering menemui orang yang tampak mempesona bukan hanya karena parasnya yang menawan, tapi juga karena ada sesuatu dalam diri mereka yang menarik perhatian tanpa mereka sadari.
Psikologi menyebut fenomena ini sebagai halo effect, di mana orang yang dianggap menarik secara fisik sering dipersepsikan juga lebih baik, lebih ramah, dan lebih kompeten. Namun, di balik pesona luar yang terlihat, ada kebiasaan tersembunyi yang ternyata sering mereka lakukan.
Menariknya, kebiasaan-kebiasaan ini bukan semata tentang perawatan fisik, melainkan juga tentang cara berpikir, bersikap, dan berinteraksi.
Dikutip dari Jawapos.com, Ahad (30/11/2025), yang melansir Geediting, menurut psikologi, ada 8 kebiasaan diam-diam yang sering dipraktikkan oleh orang yang secara alami tampak lebih cantik dibanding teman-temannya.
1. Mereka Tahu Cara Menjaga Postur Tubuh dan Bahasa Nonverbal
Kecantikan tak hanya soal wajah, tetapi juga cara seseorang “membawa diri”.
Penelitian psikologi sosial menunjukkan bahwa postur tegak, langkah mantap, dan gerakan tangan yang lembut meningkatkan persepsi daya tarik seseorang.
Orang yang sadar akan penampilannya biasanya menjaga bahunya tetap terbuka, dagu terangkat, dan mata menatap dengan percaya diri — semua ini memberi sinyal bahwa mereka nyaman dengan diri sendiri.
Postur yang baik juga mengirimkan pesan bawah sadar: “Aku percaya diri, dan aku tahu siapa diriku.”
2. Mereka Memilih Warna dan Gaya Pakaian yang Sesuai Kepribadian
Orang yang tampak menarik sering kali punya intuisi tajam soal warna dan gaya.
Bukan berarti mereka selalu berpakaian mahal — tetapi mereka tahu warna apa yang membuat kulitnya terlihat segar, potongan pakaian yang menonjolkan bentuk tubuh, dan gaya yang mencerminkan jati diri mereka.
Dalam psikologi warna, misalnya, orang yang sering memilih warna-warna netral seperti putih, abu-abu, atau beige dipersepsikan lebih elegan; sementara warna cerah seperti merah muda atau biru laut memberi kesan energik dan mudah didekati.
Mereka tahu pakaian adalah bahasa visual pertama sebelum kata-kata keluar dari mulut.
3. Mereka Memiliki Rutinitas Self-Care yang Konsisten
Bukan rahasia lagi bahwa orang yang terlihat “lebih segar” biasanya punya kebiasaan perawatan diri yang sederhana tapi teratur.
Mulai dari tidur cukup, minum air putih, menjaga pola makan, hingga membersihkan wajah sebelum tidur — semua dilakukan dengan disiplin.
Psikologi positif menilai bahwa perawatan diri (self-care) adalah bentuk cinta diri (self-compassion) yang nyata.
Orang yang mencintai dirinya sendiri akan memantulkan energi positif, dan energi inilah yang sering diterjemahkan oleh orang lain sebagai “kecantikan alami”.
4. Mereka Tahu Kapan Harus Diam dan Mendengarkan
Keanggunan sejati sering muncul dari kemampuan mendengarkan dengan tulus.
Orang yang menarik secara sosial tahu bahwa terlalu banyak bicara tentang diri sendiri bisa mengurangi daya tarik.
Mereka memberi ruang bagi orang lain untuk berbicara, dan ketika mendengarkan, mereka benar-benar hadir — bukan sekadar menunggu giliran bicara.
Psikologi sosial menyebut ini sebagai active listening, dan hal ini meningkatkan empati serta keintiman sosial.
Wajah mereka tampak lebih tenang, tatapan mata lebih dalam, dan senyum lebih tulus — semua tanda dari seseorang yang benar-benar memancarkan kecantikan dari dalam.
5. Mereka Menghindari Drama dan Energi Negatif
Orang yang terlihat “berbeda auranya” biasanya tidak mudah larut dalam gosip atau drama sosial.
Mereka tahu kapan harus menjauh dari hal-hal yang bisa menguras energi emosional.
Menurut psikologi kepribadian, orang yang memiliki stabilitas emosi cenderung lebih disukai karena memberi rasa aman bagi orang di sekitarnya.
Sikap tenang dan tidak mudah tersulut membuat mereka tampak dewasa dan berwibawa — dua kualitas yang memperkuat daya tarik secara alami.
6. Mereka Mempunyai Ritual Kecil untuk Meningkatkan Mood
Kecantikan sejati muncul saat seseorang merasa bahagia.
Entah itu menyeruput kopi pagi sambil membaca, berolahraga ringan, atau sekadar menyalakan lilin aromaterapi — orang yang tampak cantik biasanya punya ritual kecil untuk menjaga suasana hati.
Psikologi menyebut hal ini sebagai mood regulation, dan orang yang mampu mengelola emosinya dengan baik akan memancarkan ketenangan.
Ketika hati senang, wajah ikut berbinar; inilah rahasia aura yang tidak bisa didapat hanya dengan makeup.
7. Mereka Tidak Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Salah satu rahasia terbesar kecantikan batin adalah kepercayaan diri yang stabil.
Orang yang cantik biasanya sudah berdamai dengan kekurangannya.
Mereka mungkin sadar bahwa ada orang yang lebih menarik, lebih tinggi, atau lebih populer — tapi mereka tidak menganggap itu sebagai ancaman.
Psikologi menyebut hal ini sebagai self-acceptance, dan orang yang menerapkannya memiliki ekspresi wajah yang lebih rileks, nada bicara yang lembut, serta cara berinteraksi yang tidak defensif.
Semua ini memberi kesan menawan tanpa perlu usaha berlebihan.
8. Mereka Tersenyum Bukan untuk Menyenangkan Orang, Tapi Karena Bahagia
Senyum tulus adalah magnet sosial yang paling kuat.
Orang yang terlihat menawan seringkali tersenyum bukan karena sopan santun, melainkan karena mereka benar-benar menikmati momen hidupnya.
Senyum yang lahir dari kebahagiaan sejati berbeda dengan senyum basa-basi — mata ikut tersenyum, dan itu membuat wajah bercahaya.
Dalam psikologi emosi, hal ini disebut Duchenne smile, yaitu ekspresi alami yang menunjukkan kebahagiaan otentik.
Senyum semacam ini menular, membuat orang lain ikut nyaman dan terpesona tanpa sadar.
| Laporan | : | Fadli |
| Editor | : | Ruslan Amrullah |