Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:57 WIB
Tim Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) dan tenaga ahli akademisi hadir di Kota Parepare, Jumat (23/1/2026).

Artikel.news, Parepare -- Tim Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) dan tenaga ahli akademisi hadir di Kota Parepare, Jumat (23/1/2026).
Kehadiran tim untuk melakukan monitoring evaluasi (Monev) pelaksanaan program Si Lebah Unggulan di Parepare.
Si Lebah Unggulan adalah program inovatif Pemprov Sulsel yang berfokus pada pengentasan kemiskinan dengan mengintegrasikan berbagai sektor melalui sistem kolaborasi pembangunan, dengan didukung oleh JICA. Dan Parepare menjadi pilot project program Si Lebah Unggulan di Sulsel.
Tim yang dipimpin oleh Sekretaris Bappelitbangda Sulsel, Dr Andy MSi diterima resmi oleh Sekretaris Bappeda Parepare AM Dirham bersama Kabid Perencanaan SDM dan Sosbud Bappeda Syarifullah, beserta jajaran Perangkat Daerah terkait di ruang rapat Bappeda.
Dr Andy mengatakan, kehadiran tim sebagai upaya untuk mengidentifikasi permasalahan dan kendala yang ditemukan selama pelaksanaan program, dan memonitoring sejauh mana pelaksanaan kegiatan penanggulangan kemiskinan di Parepare pada 2024 hingga 2025.

"Kami datang untuk sharing diskusi, bukan untuk menggurui. Karena Parepare jadi pilot project program Si Lebah Unggulan, yang merupakan program unggulan Provinsi Sulawesi Selatan, kami ingin mengetahui permasalahan yang ditemukan di lapangan. Agar bisa menjadi bahan analisis untuk perumusan kebijakan selanjutnya. Harapannya, program ini bisa membumi dan diimplementasikan seluruh Kabupaten Kota di Sulsel," kata Andy.
Terungkap dalam Monev, permasalahan yang kerap ditemukan di antaranya tingkat akurasi data. Misalnya ada orang kaya masuk desil 1. Padahal desil 1 adalah untuk orang miskin. Permasalahan desil dan tingkat akurasi data ini juga banyak ditemukan dalam pelaksanaan Musrenbang tingkat Kelurahan di Parepare.
Karena itu, melalui aplikasi Si Lebah Unggulan dilakukan identifikasi langsung, dan berhasil teridentifikasi ada 28 rumah tangga (RT) miskin di Kelurahan Bumi Harapan, yang menjadi sampel identifikasi.
"Kami ingin mencontoh praktik baik di Parepare untuk diimplementasikan ke daerah lain di Sulsel. Perlu banyak belajar di Parepare, karena turun langsung ke RT miskin untuk mengetahui kondisi sebenarnya," ungkap Andy.
Andy menekankan, bersama Pemkot Parepare rencana tindak lanjut dalam rangka pengentasan kemiskinan ini adalah dengan bekerja secara kolaboratif, integratif, dan terpadu.
Karena substansi dari program Si Lebah Unggulan ini adalah program strategis Sulsel yang memanfaatkan kekuatan kolaborasi dan sinergi antarlembaga untuk mengatasi kemiskinan dengan pendekatan yang lebih cerdas dan terstruktur.
| Laporan | : | Risal |
| Editor | : | Ruslan Amrullah |