Jumat, 23 Januari 2026 - 22:08 WIB
Jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dievakuasi menggunakan helikopter dari lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel.(Foto: Facebook Si Pitung)

Artikel.news, Makassar - Seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Airtransport telah ditemukan oleh Tim SAR Gabungan. Sebanyak 10 korban ditemukan di sekitar lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Pada Jumat (23/1/2026) hari ini, pihak Basarnas menyerahkan sebanyak tujuh paket jenazah korban pesawat ATR 42-500 ke Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel. Ketujuh jenazah dibawa bersamaan menggunakan tujuh ambulans dan tiba di RS Bhayangkara Makassar sekitar pukul 14.36 Wita.
Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohamad Syafii menyebut, ketujuh jenazah itu merupakan hasil temuan Tim SAR gabungan pada Kamis (22/1/2026) dan Jumat (23/1/2026). Seluruh korban dievakuasi dari lereng Gunung Bulusaraung melalui operasi udara.
"Setelah dilakukan pengamatan melalui pantauan udara, cuaca sangat mendukung. Akhirnya dilakukan evakuasi secara bersamaan menggunakan helikopter TNI AU, helikopter Basarnas, dan helikopter Polri," jelas Mohamad Syafii dalam konferensi pers di Aula Biddokkes Polda Sulsel, Jumat (23/1/2026).
Syafii menjelaskan, seluruh korban pesawat ATR 42-500 yang berjumlah 10 orang kini telah diserahkan ke Tim DVI untuk proses identifikasi. Namun, secara keseluruhan Basarnas menyerahkan 11 paket.
Satu paket, kata Syafii, merupakan potongan tubuh yang belum dapat dipastikan identitas pemiliknya. Ia berharap, tujuh jenazah yang baru diserahkan dapat segera teridentifikasi, menyusul tiga korban yang lebih dulu dikenali.
"Mudah-mudahan dari tujuh korban yang saya serahkan pada hari ini dalam waktu yang mudah-mudahan cepat bisa segera teridentifikasi dan bisa segera diserah terimakan kepada pihak keluarga," ujarnya.
Sebelumnya, Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel telah mengidentifikasi tiga korban. Mereka adalah Florencia Lolita Wibosono alias Olen, pramugari ATR 42-500, kemudian Deden Maulana, pegawai KKP yang menumpang penerbangan rute Yogyakarta–Makassar, serta Esther Aprilita Binary, pramugari yang identitasnya diumumkan hari ini.
Jenazah Esther Aprilita diterbangkan ke Jakarta pada Jumat (23/1/2026) malam. Peti jenazah Esther tiba sekitar pukul 17.15 Wita di Terminal Kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar,
Peti berwarna biru dengan nomor postmortem (PM) 62 B 04 itu ditempatkan di depan alat pemindai X-ray sebelum proses pengiriman.
Tim Biddokkes Polda Sulsel menyerahkan dokumen penerbangan kepada pihak kargo bandara. Selama proses tersebut, peti jenazah dijaga ketat oleh personel kepolisian dan petugas Aviation Security (Avsec).
Dilansir dari Tribunnews.com, jenazah Estherditerbangkan ke Jakarta menggunakan maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6231 pada pukul 21.05 Wita.
Ester merupakan korban ketiga yang berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dari insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500.
Perempuan berusia 26 tahun itu ditemukan pada Kamis (22/1/2026) pagi bersama lima korban lainnya di kawasan lereng Gunung Bulusaraung.
Dalam proses evakuasi, jenazah Esther lebih dulu diangkat ke puncak Gunung Bulusaraung, kemudian diturunkan ke Desa Tompobulu, Kabupaten Pangkep, sebelum dibawa ke Makassar menggunakan ambulans.
Sementara lima korban lainnya baru dievakuasi pada Jumat pagi menggunakan helikopter.
| Laporan | : | Aan |
| Editor | : | Ruslan Amrullah |