Ahad, 30 November 2025 - 22:58 WIB
Ilustrasi korban pelecehan seksual.(Foto: Facebook)

Artikel.news, Bogor - Dua kakak beradik yang berusia 13 dan 12 tahun memilih untuk kabur dari rumah setelah menjadi korban pelecehan seksual ayah tiri mereka.
Kekerasan seksual ini sudah dialami kedua gadis tersebut sejak tahun 2023, dilakukan oleh ayah tiri saat ibu mereka sedang bekerja.
Karena merasa tidak nyaman dan diliputi ketakutan, keduanya sepakat meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman.
Kakak beradik yang berasal dari Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ini, memilih pergi ke wilayah Depok, Jawa Barat, dengan menggunakan kereta dari Stasiun Pondok Rajeg.
"Dia mengingat-ingat ada rumah teman karib ibunya itu ada di Depok dan dia mengunjungi. Walaupun anak itu baru sekali sebetulnya," kata Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, dilansir dari Tribun Bogor, Ahad (30/11/2025).
Setelah sampai di kediaman rekan ibunya, kedua bocah itu diantarkan ke kantor Komnas Perlindungan Anak untuk mendapatkan penanganan dan tindak lanjut.
Komnas Perlindungan Anak kemudian berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dan Polres Bogor untuk penanganan kasus.
"Si ibu ini merasa dan mendengar bahwa anak ini dilaporkan hilang di Polres Kabupaten Bogor, sehingga si ibu tentunya dengan tepat sekali mendatangi kami lembaga perlindungan anak," katanya.
Dari hasil kolaborasi tersebut, kedua anak tersebut pun langsung mendapatkan pendampingan hingga akhirnya ayah tiri kakak beradik tersebut diamankan polisi dan telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sebelumnya, dua gadis di bawah umur yang tinggal di wilayah Kecamatan Cibinong, dikabarkan hilang pada Senin (24/11/2025).
Keduanya merupakan kakak beradik berinisial ATA (12) dan KPA (13) yang terakhir terlihat di Stasiun Pondok Rajeg naik kereta menuju arah Jakarta.
Hilangnya dua bocah perempuan itupun dilaporkan kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Bogor untuk membantu pencarian.
Kasatreskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan orang hilang tersebut.
"Beberapa waktu lalu kalau tidak salah kurang lebihnya di hari Selasa kami mendapat laporan terkait hilangnya anak kakak beradik berusia 13 dan 11 tahun yang kemudian dilaporkan kepada kami hilang atau pergi dari rumahnya," ujarnya kepada wartawan, Kamis (27/11/2025).
Setelah tiga hari tanpa kabar, AKP Anggi Eko Prasetyo mengatakan, keduanya kini telah ditemukan dalam kondisi selamat.
Keberadaan dua gadis tersebut diketahui setelah terdapat masyarakat yang mengantarkannya.
| Laporan | : | Supri |
| Editor | : | Ruslan Amrullah |