• Olahraga
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • News
    • InternationalNasionalMetro
    • Resmikan SPPG Biringkanaya, Wali Kota Makassar Sebut Pemenuhan Gizi Sekaligus Memberi Manfaat Ekonomi Resmikan SPPG Biringkanaya, Wali Kota Makassar Sebut Pemenuhan Gizi Sekaligus Memberi Manfaat Ekonomi
      Munafri Tinjau Lokasi Banjir di Biringkanaya, Akan Mencari Solusi Permanen Munafri Tinjau Lokasi Banjir di Biringkanaya, Akan Mencari Solusi Permanen
      Perempuan 20 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah Calon Mertua Jelang Pernikahan Perempuan 20 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah Calon Mertua Jelang Pernikahan
      Terima Rombongan Pemkab Majene, Munafri Paparkan Tata Kelola dan Inovasi Makassar Terima Rombongan Pemkab Majene, Munafri Paparkan Tata Kelola dan Inovasi Makassar
  • Tekno
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • Ekbis
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • Berita Utama
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • Politik
    • PemiluPartai PolitikPilkada
    • Konsolidasi Pasca-Kongres, Konferda dan Konfercab, Agus Ambo Djiwa Bersama Jajaran PDIP se-Sulbar Hadiri Rakernas di Ancol Konsolidasi Pasca-Kongres, Konferda dan Konfercab, Agus Ambo Djiwa Bersama Jajaran PDIP se-Sulbar Hadiri Rakernas di Ancol
      Bangun Koordinasi, Kesbangpol Sulbar Gelar Silaturahmi ke Kantor DPD PDIP Bangun Koordinasi, Kesbangpol Sulbar Gelar Silaturahmi ke Kantor DPD PDIP
      Jelang HUT ke-53 PDIP, Agus Ambo Djiwa Harap Semangat Perjuangan Terus Hidup Menjawab Tantangan Zaman Jelang HUT ke-53 PDIP, Agus Ambo Djiwa Harap Semangat Perjuangan Terus Hidup Menjawab Tantangan Zaman
      Harlah PPP ke-53, Hj Umiyati Dorong Konsistensi Perjuangan Berbasis Nilai Islam Harlah PPP ke-53, Hj Umiyati Dorong Konsistensi Perjuangan Berbasis Nilai Islam
  • Opini
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • Inspirasi
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • Entertain
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • Edukasi
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • Kesehatan
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar
  • Sulsel
    • AjattaparengBosowasiLuwuTorajaBarruSidrapPangkepGowaMarosSinjaiPare-pare
    • Gerakan Jumat Bersih, Pemkot Parepare Jadikan Pasar Lakessi Selalu Bersih dan Nyaman Gairahkan EkonomiĀ  Gerakan Jumat Bersih, Pemkot Parepare Jadikan Pasar Lakessi Selalu Bersih dan Nyaman Gairahkan EkonomiĀ 
      Kemenag Parepare Raih Juara Harapan 2 Lomba Kreasi Tepuk Sakinah pada Porseni HAB ke-80 Tingkat Provinsi Sulsel Kemenag Parepare Raih Juara Harapan 2 Lomba Kreasi Tepuk Sakinah pada Porseni HAB ke-80 Tingkat Provinsi Sulsel
      Tumpukan Sampah Insidentil, DLH Parepare Angkut Sampah 2 Kali Sehari di Area Pasar Lakessi Tumpukan Sampah Insidentil, DLH Parepare Angkut Sampah 2 Kali Sehari di Area Pasar Lakessi
      Perkuat Peran Strategis APIP, Inspektur Daerah Parepare Iwan Asaad Resmi Raih Gelar CGCAE Perkuat Peran Strategis APIP, Inspektur Daerah Parepare Iwan Asaad Resmi Raih Gelar CGCAE
  • Sulbar
    • Optimalisasi Pintu Air Lakejo, Petugas Perkuat Pengelolaan Sumber Daya Air Optimalisasi Pintu Air Lakejo, Petugas Perkuat Pengelolaan Sumber Daya Air
      Perkuat Fondasi Stabilitas Sulbar, Kesbangpol dan DPRD Bangun Sinergi Strategis Forkopimda Perkuat Fondasi Stabilitas Sulbar, Kesbangpol dan DPRD Bangun Sinergi Strategis Forkopimda
      Dukung Manajemen Talenta, Kadis Kominfo Sulbar Tegaskan Merit Sistem Fondasi ASN Berkualitas Dukung Manajemen Talenta, Kadis Kominfo Sulbar Tegaskan Merit Sistem Fondasi ASN Berkualitas
      Mess Patriot Transmigrasi Sulbar Segera Dibangun, Jadi Kampus Lapangan Mahasiswa Nasional Mess Patriot Transmigrasi Sulbar Segera Dibangun, Jadi Kampus Lapangan Mahasiswa Nasional
  • Foto
    • Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman Lakukan Penyediaan dan Distribusikan ke Kabupaten, Dinas P2KB Sulbar Ingin Pastikan Logistik TBC Aman
      Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan Dinas TPHP Sulbar Genjot Produksi Benih Jagung Komposit dan Pakan
      Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00 Mardiah Rahmadani Jadi Doktor di Usia 26 Tahun, Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 4,00
      1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar 1.928 Ekor Sapi Hasil IB Lahir Sepanjang Tahun 2025 di Sulbar

Home Not Edukasi

Sejarah Suku Bugis: Masa Kerajaan, Bahasa Hingga Rumah Adatnya

Jannah

Sabtu, 09 Oktober 2021 - 12:11 WIB


Sejarah Suku Bugis: Masa Kerajaan, Bahasa Hingga Rumah Adatnya

Artis Raisa saat mengenakan bajo bodo, baju adat Bugis.


Artikel.news, Makassar - Di Pulau Sulawesi khususnya di Sulawesi Selatan terkenal suku yang bernama Suku Bugis. Kelompok masyarakat ini ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang dan menarik untuk dipelajari. 

Bagaimana cerita dibalik masyarakat adat ini? Dilansir dari Katadata.com, Sabtu (9/10/2021), berikut penjelasan lengkapnya.

Asal Usul Suku Bugis

Suku bugis berasal dari Sulawesi. Mengutip dari wajokab.go.id, Bugis merupakan suku yang masuk dalam kategori Deutero Melayu. Kata “Bugis” berasal dari “To Ugi” yang artinya “orang Bugis”.

Penggunaan kata “ugi” mengarah pada La Sattumpugi yang merupakan raja pertama di Kerajaan Cina di Pammana, Kabupaten Wajo. To Ugi bisa juga dimaknai sebagai pengikuti La Sattumpugi. Masyarakat Bugis ini tersebar di Kabupaten Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Sidrap, Pinrang, Sinjai, dan Barru.

Dalam perekmbangannya, Suku Bugis memiliki beberapa kerajaan klasik yang cukup besar. Mengutip di kk.sttbandung.ac.id, berikut ini penjelasan tentang kerajaan yang pernah berkembang di masyarakat Bugis.

1. Kerajaan Bone

Kerajaan ini memiliki sejarah yang cukup panjang dengan diwarani oleh kekecauan dalam waktu yang lama. Di tengah kekacauan tersebut muncul To Manurung.

Kemudian To Manurung atau yang juga dikenal Menurunge ri Matajang akhrinya dilantik sebagai raja. Selama menjalankan pemerintahan, ia dibantu oleh dewan legislatif yang bernama ade pitue. Seiring berkembangnya waktu, kerajaan ini kemudian memperluas wilayah ke utara, selatan, dan barat.

2. Kerajaan Makassar

Pada tahun ke 12, 13, hingga 14 ada kerajaan bernama Gowa, Soppeng, Bone dan Wajo. Keempat kerajaan tersebut mengalami krisis sosial.

Kerajaan Gowa (Makassar) akhirnya mendirikan kerjaan pendamping bernama Kerajaan Tallo. Namun pada akhirnya, Kerajaan Gowa dan Tallo kembali menjadi satu dalam satu payung bernama Kerajaan Makassar (Gowa).

3. Kerajaan Soppeng

Saat terjadi banyak kekacauan, di kerajaan ini muncul dua orang To Manarung. Pertama, perempuan bernama Manurungnge ri Goarie yang kemudian memerintah Soppeng ri Aja.

Kedua, laki-laki bernama La Temmamala Manurungnge ri Sekkanyili yang memerintah Soppeng ri Lau. Kemudian kedua kerajaan tersebut bergabung menjadi Kerajaan Soppeng.

4. Kerajaan Wajo

Kerajaan ini berasal dari komune-komune di berbagai tempat. Dalam perkembangannya, kerajaan ini pernah dipimpin oleh beberapa raja dan pernah mengalami kekosongan kekuasaan. Dari situlah muncul kontrak yang isinya hak kemerdekaan Wajo.

Bahasa Suku Bugis

Komunikasi menjadi hal yang penting bagi makhluk hidup. Komunikasi bisa dilakukan secara lisan atau tulisan. Pada zaman dahulu, Suku Bugis menggunakan dua cara komunikasi tersebut. Secara lisan mereka berkomunikasi menggunakan bahasa Bugis, sedangkan secara tulisan mereka memiliki aksara sendiri yang bernama Lontara.

Mengutip dari petabahasa.kemdikbud.go.id, bahasa Suku Bugis memiliki banyak dialeg. Berikut ini daftar dialeg yang ada dalam bahasa Bugis:

Dialek Bone
Dialek Pangkep
Dialek Makassar
Dialek Parepare
Dialek Wajo
Dialek Sidenreng Rappang
Dialek Sopeng
Dialek Sinjai
Dialek Pinrang
Dialek Malimpung
Dialek Dentong
Dialek Pattinjo
Dialek Kaluppang
Dialek Maiwa
Dialek Dialek Maroangin
Dialek Wani
Dialek Bugis Kayowa
Dialek Buol Pamoyagon (Bugis Pomayagon)
Dialek Buol Bokat (Bugis Bokat)
Dialek Jambi
Dialek Kalimantan Selatan
Dialek Lampung
Dialek Sulawesi Tenggara
Dialek Bali
Dialek Sulawesi Tengah
Dialek Riau
Dialek Kalimantan Timur

Sedangkan untuk berkomunikasi secara tertulis Suku Bugis menggunakan aksara bernama Lontara. Menurut penjelasan di Jurnal Al–Ulum Volume 12, No. 1, Tahun 2012, aksara ini merupakan manuskrip yang ditulis dengan alat tajam di atas daun lontar. Kemudian ditambah cairan hitam pada bekas goresannya.

Hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai awal mula munculnya aksara ini. Namun aksara Lontara muncul di beberapa naskah kuno masyarakat Bugis. Dalam jurnal tersebut juga dijelaskan beberapa naskah kuno yang menjadi bagian dari kebudayaan Bugis.

Lontara Padang: kumpulan amanat orang bijak yang menjadi kaidah dalam kehidupan orag-orang Bugis.

Attoriolong: catatan keturunan raja-raja dengan pengalaman di masa lalu.

Pau-pau ri kadong: cerita rakyat yang brisi legenda dan peristiwa luar biasa.

Di Sulawesi Selatan juga ada dua jenis huruf yang pernah dipakai. Pertama, huruf segi empat atau hurufu sulapak eppa. Kedua, huruf burung-burung atau huruf jangan-jangan.

Setelah Islam datang, tradisi tulis menulis lebih berkembang. masayrakat Bugis kemudian mengenal tulisan dengan aksara Arab – Melayu. Untuk keperluan keagamaan, tulisan kemudian berubah menjadi huruf Arab.

Pakaian Suku Bugis

Tak berhenti sampai di bahasa dan aksara, kebudayaan Suku Bugis juga bisa dilihat dari baju adat yang dimilikinya. Pakaian Suku Bugis bernama baju Bodo.

Baju ini memiliki bentuk seperti baju kurung tanpa jahitan. Pada bagian bawah terbuka sedangkan bagian atas terdapat lubang seukuran kepala tanpa kerah. Bagain depan baju tidak ada kancing atau perekat. Ujung atas sebelah kanan kiri dibuat kubang sat jengkal untuk lengan.

Menurut penjelasan di jurnal Folio 2(1), baju Bodo terdiri dari dua macam yaitu baju yang digunakan untuk sehari-hari dan baju yang digunakan para bangsawan. Berdasarkan warnanya, berikut ini penggunaan baju Bodo.

Baju Bodo untuk Kehidupan Sehari-hari

Anak-anak berusia di bawah 10 tahun: mengenakan baju yang disebut Waju Pella-Pella berwarna kuning gading.

Usia 10 – 14 tahun: mengenakan baju Bodo berwarna jingga dan merah muda.

Usia 14 – 17 tahun: mengenakan baju Bodo berwarna jingga dan merah muda, berlapis susun dua.

Usia 17 – 25 tahun: mengenakan warna merah tua, belapis, dan bersusun. Biasanya baju ini juga dikenakan oleh perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak.

Usia 25 – 40 tahun: mengenakan baju Bodo berwarna hitam.

Baju Bodo untuk Bangsawan

Baju Bodo warna putih dikenakan oleh inang raja atau dukun atau bissu.

Baju Bodo berwarna hijau diguankan dikenakan oleh putri raja. Namun saat ini, baju Bodo warna hijau sering dikenakan di acara pernikahan.

Baju Bodo warna ungu dikenakan untuk janda.

Rumah Adat Suku Bugis

Sama halnya suku lain yang ada di Nusantara, Bugis juga memiiki rumah adat yang menjadi ciri khasnya. Mengutip dari Prosoding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan VI 2018, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, dijelaskan bahwa rumah adat Bugis memiliki tiga bagian yang terinspirasi dari tubuh manusia.

Adapun bagian-bagian yang ada di rumah adat Suku Bugis, sebagai berikut:

Awa Bola: bagian kolong rumah atau kaki merupakan bagian paling bawah rumah.

Ale Bola: bagian rumah yang terdiri atas dinding dan lantai. Bagian ini terletak di antara lantai dan loteng.

Botting Langi: bagian rumah paling atas, yang terdiri dari loteng dan atap rumah.

Sementara itu untuk ruangan di rumah adat ini juga ada tiga macam dengan fungsi yang berbeda. Ruangan tersebut yaitu:

Ruang depan (Lontang Risaliweng) berfungsi untuk menerima tamu, tempat tidur tamu, tempat musyawarah, dan kegiatan lain yang sifatnya umum.

Ruang tengah (Lontang Ritengnga): fungsinya untuk tempat tidur kepala keluarga beserta istri, tempat tidur anak yang belum dewasa, dan ruang makan.

Ruang berlakang (Lontang Rilaleng): berfungsi utnuk tempat tidur lansia dan gadis remaja.

Rumah masyarakat Bugis juga ada tambahan ruang dapur yang ada dibelakang atau samping. Posisi dapur sangat penting sebab berkaitan dengan pelayanan kebutuhan rumah tangga.

Itulah penjelasan sekilas tentang Suku Bugis dan adat istiadat yang dimilikinya. Kekayaan budaya tersebut sudah senantiasa dilestarikan karena menjadi ciri khas serta karakter bangsa.

  • Sambut 2026, SMPN 9 Parepare Optimis Raih Prestasi Lebih Baik
  • SD di Sudut Kota Parepare Torehkan Prestasi Lewat Inovasi Pendidikan
  • Pagi Ceria, SMPN 10 Parepare Sambut 2026 dengan Semangat, Edukasi Murid Tanam Cabai dan Penguatan Pendidikan KarakterĀ 
  • Biro Hukum Jadi Narasumber pada Sosialisasi dan Workshop JDIH Unsulbar
  • Sulbar Buka Seleksi Terbuka Direksi PT Malaqbi, Upaya Optimalisasi PAD di Tengah Efisiensi
  • Matangkan Program Beasiswa Tahun 2026, Pemkesra Sulbar Laksanakan Rapat Internal

Laporan:Jannah
Editor:Ruslan Amrullah
TAG #Not#Edukasi#Sejarah Suku Bugis#Bugis#Rumah Adat Bugis#Kerajaan#Baju Bodo
BAGI
REKOMENDASI
KINI
  • Resmikan SPPG Biringkanaya, Wali Kota Makassar Sebut Pemenuhan Gizi Sekaligus Memberi Manfaat Ekonomi

    Resmikan SPPG Biringkanaya, Wali Kota Makassar Sebut Pemenuhan Gizi Sekaligus Memberi Manfaat Ekonomi

  • Munafri Tinjau Lokasi Banjir di Biringkanaya, Akan Mencari Solusi Permanen

    Munafri Tinjau Lokasi Banjir di Biringkanaya, Akan Mencari Solusi Permanen

  • Konsolidasi Pasca-Kongres, Konferda dan Konfercab, Agus Ambo Djiwa Bersama Jajaran PDIP se-Sulbar Hadiri Rakernas di Ancol

    Konsolidasi Pasca-Kongres, Konferda dan Konfercab, Agus Ambo Djiwa Bersama Jajaran PDIP se-Sulbar Hadiri Rakernas di Ancol

  • Perempuan 20 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah Calon Mertua Jelang Pernikahan

    Perempuan 20 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah Calon Mertua Jelang Pernikahan

  • Terima Rombongan Pemkab Majene, Munafri Paparkan Tata Kelola dan Inovasi Makassar

    Terima Rombongan Pemkab Majene, Munafri Paparkan Tata Kelola dan Inovasi Makassar

  • Optimalisasi Pintu Air Lakejo, Petugas Perkuat Pengelolaan Sumber Daya Air

    Optimalisasi Pintu Air Lakejo, Petugas Perkuat Pengelolaan Sumber Daya Air

  • TOPIK

  • POPULAR

      Dipimpin Prof Hannani, IAIN Parepare Tembus Akreditasi Unggul BAN-PT dan Naik Level Nasional
    1. Dipimpin Prof Hannani, IAIN Parepare Tembus Akreditasi Unggul BAN-PT dan Naik Level Nasional
    2. Wisuda ke-6 IAI AL-AZIS: Rektor Imam Prawoto Tekankan Etos Kerja, Motivasi, dan Disiplin untuk SDM Produktif
    3. JAPFA Bersama Unhas Resmikan Kandang Closed House Teaching Farm di Pattallassang Gowa
    4. Melalui Skema Beasiswa Kerja Sama, BKD Sulbar Tegaskan Komitmen Peningkatan Kualitas SDM Aparatur
    5. Mahasiswa Unhas ber-KKN Tematik di Makassar, Fokus Sampah dan Perubahan Iklim di 21 Kelurahan
  • Dapat berita terbaru dari kami
    contoh: example@email.com
    Ikuti kami di social

artikel
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • SITEMAP

2021 © PT. Artikel Media Nusantara - All Rights Reserved.